Notulensi Kajian Kontemporer II 04 Mei 2017
Moderator: Radikal Yuda Utama
Pembicara: Ustad Suharyanto, S.E.
Materi:
Fungsi masjid di zaman Rasulullah
- Sebagai pusat pendidikan, pengajaran, dan pengembangan ilmu
- Sebagai pusat peribadatan, bagi laki-laki diharuskan di masjid, bagi perempuan tidak dilarang
- Pusat informasi masyarakat
- Pusat pengumpulan zakat infaq dan sodaqoh
- Tempat kegiatan mengatur kegiatan masyarakat islam
- Pusat pertolongan umat
- Rumah sakit disaat kritis
- Tempat menginap para musafir (hak-hak musafir)
- Tempat penyelesaian sengketa (ketika ada perdebatan antara para sahabat, maka diselesaikan disini)
Pendirian mesjid jogokaryian tahun 1966. 1999 baru ada takmir. 2016 dianugerahi sebagai mesjid panutan dan menjadi juara dalam hal manajemen mesjid.
Tahapan manajemen Masjid Jogokaryan
- Bagaimana membangun image, kesan, dan citra.
Menjadikan masjid aman, nyaman, dan bersih. Menjadikan masjid yang terbuka dan toleransi sesama umat Islam. Menjadikan masjid menyantuni masyarakat (membantu masyarakat perihal yang penting diselesaikan terkait permasalahan yang ada) . Menjadikan masjid yang tidak boleh memberatkan masyarakat.
- Bagaimana mengelola sumber daya keuangan baik yang masuk (infak, zakat, dana sadaqoh) dan keluar, dan juga sumber daya manusia (rantai kaderisasi).
- Bagaimana membuat masjid sukses (manfaatnya dirasakan oleh umat)
Prinsip manajemen masjid
- Melayani masyarakat Indonesia secara keseluruhan, karena sudah berkeliling ke mesjid-mesjid yang ada di Indonesia.
- Memahamkan dari segi landasan organisasi dan syar’i nya.
- Mensosialisasikan baik lewat spanduk dan sosial media (FB, IG, Twitter, dan Website).
- Mempertanggungjawabkan hal-hal yang semestinya.
Sesi Tanya Jawab:
Termin pertama:
- Bapak Jarot dari masjid nurul Islam
Masjid milik keluarga (pribadi), ada beberapa hal yang menjadi kendala saat pengembangan masjid. Menurut ustad bagaimana tips menangani masalah tersebut, (disisi lain ini masjid keluarga, tapi masyarakat ingin berkontribusi)?
- Muhana dari masjid nurul Islam
Bagaimana mengelola dan meningkatkan semangat para pemuda untuk mengelola masjid?
- Arief Rohman dari Akuntansi FEB UGM
Ada dua perbandingan masjid, ada yang sangat bagus dan ada yang cuma mesjid itu hanya ada satu imam dan satu makmum. Bagaimana melihat hal tersebut supaya bisa sama, dan langkah apa yang mungkin bisa dikembangkan di masjid yang masih tertinggal tersebut untuk berkembang?
Jawaban:
- Tips-tips atau langkah-langkah yang dapat dilakukan
- Keluarga yang membangun masjid itu harus sesegera mungkin mencatatkan wakaf ke KUA.
- Struktur kepengurusannya, untuk keluarga itu hanya sebagai penasehat, untuk perihal yang lain diserahkan kepada masyarakat sekitar.
- Menjaga semangat pemuda dapat dilakukan dengan cara:
- Pemuda itu memang harus dimanjakan agar mereka nyaman dan senang untuk melakukan suatu kegiatan tersebut.
- Usahakan banyak mengadakan acara yang disitu ada makananya.
- Masjid yang tertinggal itu harus mampu berlomba-lomba dalam kebaikan. Takmir nya harus benar-benar punya keingginan untuk berubah
T: Taqwa
A: Amanah
K: Kaya
M: Memberi
I: Ikhlas
R: Reunian di Surga. Amin
Termin kedua:
- Bapak Agung Purnomo dari masjid Al- Falah
- Bagaimana jika tidak ada tokoh yang bisa menjadi sentral, penggerak, contoh yang signifikan. Bagaiman tips-tips nya tentang masalah tersebut?
- Karakter masyarakat di sekitar masjid Al-Falah, ketika ingin menyalurkan dana ternyata itu hanya transaksi utang?
Jawab:
- Leadership itu benar-benar harus dipahami dan dipelajari untuk menjadi contoh bagi orang lain. Juga harus memiliki pengalaman organisasi yang baik. Bisa juga mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah pada masanya.
- Untuk hal utang, itu harus dilakukan persyaratan- persyaratan agar mereka mau untuk mengembalikan. Seperti dia harus datang untuk melaksanakan solat di masjid. Untuk melihat uang yang dipinjamkan masjid apakah sudah digunakan dengan baik oleh peminjam.
Clossing Statement
“Mendengarkan, mengambil, meniru, dan kemudian modifikasi.”
